Senin, 05 November 2018

CARA MEMBUAT SEPATU ALA HOMEINDUSTRI

Cara Membuat Sepatu Bagi Pemula
Sepatu merupakan alas kaki sekaligus salah satu barang fashion untuk seseorang, sepatu merupakan barang yang sederhana namun tidak banyak orang yang bisa membuat sepatu.
Pada dasarnya semua orang bisa membuat sepatu seandainya dia mau belajar dan tekun dalam membuat sepatu, karena dalam membuat sepatu orang harus mempunyai keterampilan didalamnya dan nilai plus bagi orang yang suka seni karena dalam desain sepatu kita bisa membuat pola dengan bagus.

Dalam pemembuatan sepatu kita harus siapkan barang dan bahan untuk membuat sepatu itu sendiri. Usahakan beli ditempat khusus penjualan barang dan bahan sepatu. Disini saya akan menerangkan Cara Pembuatan Sepatu Kelas Home Industri, dan oleh karenanya kita tidak perlu menggunakan mesin-mesin sepatu berat dan mahal.

Barang dan bahan yang diperlukan adalah

Barang
Cetakan sepatu dari kayu/plastik yang menyerupai kaki
Mesin seset, jika bahan sepatu tebal seperti kulit tebal dan bahan imitasi lainnya
Palu khusus pembuatan sepatu
Tang jepit
Paku khusus pembuatan sepatu
Kompor dan minyak tanah
Open sederhana
Mesin Gerinda jika sepatu terbuat dari kulit
Pisau seset (pangot)
Mesin jahit

Bahan
Kulit atau bahan lain yang bisa dibentuk menjadi kap sepatu
Lem kuning
Lem putih
Kertas pengeras
Bensin
Sol sepatu
Benang nilon
Pen khusus
Bontek (alas dalam untuk pasangan penempelan kap sepatu)

*Belilah bahan dan barang ditoko khusus penjualan bahan sepatu dikota anda.

Setelah bahan dan barang sudah komplit, mulailah dengan membuat model sepatu yang sesuai dengan bentuk dari cetakan sepatu Anda, bisa buka disini CARA MEMBUAT MODEL SEPATU. Jika model sudah jadi maka akan didapat pola atau potongan cetakan kertas untuk membuat pola sepatu.


Berikut langkah-langkah cara membuat sepatu

  1. Pertama mulailah pola digambar dengan pen khusus dibahan yang akan dijadikan sepatu (Kap sepatu), setelah digambar, bahan dipotong-potong mengikuti garis gambar pola sepatu. Potongan – potongan disatukan dan dijahit dengan benang nilon sesuai pola yang ada hingga membentuk sepasang kap sepatu.Ingat jika bahan/kulit lebih tebal maka bagian yang akan kena jahitan harus di seset dengan mesin seset supaya bagian ini menjadi rata dan tidak menonjol dengan bagian lainnya.
  2. Sekeliling bawah Kap sepatu di lem bagian pinggirnya dengan tinggi kurang lebih 5mm dengan lem kuning, dan bontek adalah seperti bahan kardus tebal yang digunting/dibentuk menyerupai sol sepatu untuk bagian dalam dan sekeliling pinggir bontek ini dilem kuning setelah itu dipaku dengan paku khusus pada cetakan sepatu.
  3. Kap sepatu sudah selesai dilem dan bontek juga sudah dilem dan dipaku ke cetakan sepatu, kemudian selanjutnya dipasang kertas pengeras di bagian depan dan belakang kap septu tujuannya supaya depan dan belakang sepatu nantinya bisa kaku, ingat sebelum kertas pengeras dimasukan ke dalam kap sepatu terlebih dahulu dibasahi dengan bensin supaya pengeras ini bisa lembek untuk sementara dan bisa di lem dengan lem kuning kemudian ditempel di bagian dalam kap sepatu. Kap yang sudah dipasang pengeras harus segera di masukan kedalam cetakan sepatu dan selanjutnya kap dipasang ke cetakan sepatu, lalu sekeliling kap sepatu ditarik kebawah dan ditempelkan ke bontek tadi dengan menggunakan tang khusus, kemudian dipalu supaya bahan/kulit dan bontek menempel dengan baik. Setelah berbentuk dan cetakan sudah berbalut bahan/kulit, simpanlah minimal 6 jam supaya lem dan pengeras sudah bekerja maksimal.
  4. Setelah 6 jam, dan biarkan seperti itu kemudian lihat bagian bawah hasil cetakan tadi apakah ada tonjolan-tonjolan bahan/kulit, jika ada segera ratakan dan rapikan dengan pisau seset (pangot).
  5. Siapkan sol sepatu dan selanjutnya dilem dengan lem putih, lem putih ini juga dioleskan pada bagian bawah kap sepatu hasil cetakan tadi, dan keadaan cetakan masih berada didalam kap sepatu. Biarkan lem putih ini kering (kurang lebih 10-15 menit) pada sol dan bawah kap sepatu
  6. Sol dan kap bawah sudah dilem lalu bersiaplah untuk menempelkan antara kap bawah dan sol. Sebelum ditempelkan nyalakan kompor dan simpan diatasnya alat open sederhana. Lalu sol di open sebentar kurang lebih 1 menit tergantung besar kecilnya api, jika sol sudah mulai lentur maka ambil dan tempelkan pada bagian bawah kap yang terdapat pada cetakan sepatu. Bagian pemasangan Sol adalah bagian tersulit jika masih dalam tahap belajar.

Itulah penjelasan singkat Cara Pembuatan Sepatu Kelas Home Industri, semoga bermanfaat dan mohon maaf jika ada kekurang jelasan dari artikel ini, demikian terimakasih.

Cara Membuat Dompet Cantik dari Karton Bekas Kemasan Susu

Cara Membuat

Cara Membuat Dompet Cantik dari Karton Bekas Kemasan Susu1. Langkah pertama yaitu, buka karton bekas kemasan susu yang telah disediakan, lalu tekan hingga mengempis. Setelah itu, gunting sedikit bagian dari ujung bawah dan atas karton tersebut. Selanjutnya, lipatkan sisi kiri dan kanan pada karton tersebut seperti pada gambar.
Cara Membuat Dompet Cantik dari Karton Bekas Kemasan Susu2. Setelah itu, batasi ujung bawah dengan menggunakan penggaris sepanjang 7 cm. Lalu, garisi dengan menggunakan gunting dan lipatkan ujung bagian bawah yang telah diukur tersebut ke atas.
Cara Membuat Dompet Cantik dari Karton Bekas Kemasan Susu3. Setelah itu, garisi batas ujung bagian bawah yang telah dilipatkan ke atas dengan menggunakan gunting, lalu lipatkan karton bagian atas ke bawah. Setelah itu, gunting garis lipatan pada ke dua sisi karton bagian bawah.
Cara Membuat Dompet Cantik dari Karton Bekas Kemasan Susu4. Setelah itu buka karton dan potong pada bagian atas seperti pada gambar di atas.
Cara Membuat Dompet Cantik dari Karton Bekas Kemasan Susu5. Lalu, lipatkan bagian bawah karton ke atas dan ambil penggaris lalu buat garis menggunakan gunting tepat pada sisi bagian bawah karton yang telah dilipatkan, seperti pada gambar. Lalu, lipatkan bagian atas karton dan bagian tersebut difungsikan sebagai tutup dompet itu.
Cara Membuat Dompet Cantik dari Karton Bekas Kemasan Susu6. Setelah itu buka karton seperti pada gambar di atas.
Cara Membuat Dompet Cantik dari Karton Bekas Kemasan Susu7. Lalu, aplikasikan lem dengan cukup menggunakan brush atau kuas pada permukaan luar karton tersebut. Setelah itu, siapkan kain yang sebelumnya telah disiapkan lalu simpan karton tersebut di atas kain, dimana bagian karton yang telah dilem berada di bawah. Lalu, tekan karton tersebut secara merata agar karton merekat kuat dengan kain. Setelah itu, potong kain sesuai dengan bentuk karton dan sisakan kain sepanjang 2 cm dari masing-masing sisi. Jika sudah gunting kain dengan arah menyerong pada tiap-tiap sudut karton, dengan tujuan agar lebih mudah untuk dilipatkan. Kemudian, lem pada tiap-tiap sisi karton dan lipatkan kain ke arah dalam mengikuti letak lem, lalu tekan dengan kuat agar kain tidak kembali membuka.
Cara Membuat Dompet Cantik dari Karton Bekas Kemasan Susu8. Setelah itu, lipatkan dompet seperti pada gambar di atas, lalu lem bagian salah satu sisinya dengan menggunakan lem panas dan satukan dengan bagian sisi yang lainnya. Setelah itu, lipatkan karton bagian bawah ke atas dan lem dengan menggunakan lem panas pada bagian dalam agar karton yang dilipatkan tidak terlepas kembali. Kemudian aplikasikan perekat pada bagian tutup dompet dan bagian badan, lalu lem dengan menggunakan lem panas.
Cara Membuat Dompet Cantik dari Karton Bekas Kemasan Susu9. Langkah yang terakhir yaitu, aplikasikan aksesoris sebagai hiasan pada dompet yang telah anda buat tersebut dengan menempelkan batu hiasan yang cantik atau hiasan lainnya.

Cara Membuat Kotak Tisue

CARA MEMBUAT KOTAK TISU DARI KARDUS BEKAS
kardus bekas merupakan bahan yang mudah digunakan untuk membuat suatu kerajinan, kardus dengan karton tebal pasti akan bisa menghasilkan kotak kerajinan yang beragam. Kardus-kardus yang bisa kita pakai antara lain adalah kardus tempat sepatu, dan tempat susu. Untuk bahan tambahan biasanya bisa menggunakan Koran, kertas kado, dan kain flanel. Disini kami akan memberikan cara membuat kotak tisu yang terbuat dari kardus bekas.
  1. Pilihlah bahan yang tepat.
Untuk bahan bisa menggunakan kardus bekas dari kotak sepatu, susu ataupun kotak lainnya. Akan tetapi tidak hanya kardus saya bahan yang lain juga bisa untuk mengecek bisa lihat di serbaserbikotaktisu.
  1. Alat-alat yang kita butuhkan
Beberapa alat memang perlu digunakan dalam proses pembuatan kerajinan seperti berikut :
  1.  Gunting.
  2. Kertas / koran.
  3. Double tape / lem.
  4. Pensil / Pulpen.
  5. lakban
  6. cara membuat tempat tisu:
Perama.
  • Pada bagian pertama kita sebaiknya membuat hiasannya dulu. Potonglah kertas Koran menjadi beberapa bagian, diharuskan setiap bagian memiliki panjang dan lebar yang sama. Lalu buatlah kertas itu menjadi gulungan sebanyak yang anda butuhkan, dan usahakan juga gulungan kertas memiliki besar dan panjang yang sama agar nanti terlihat rapi, agar gulungan kertas terkunci atau tidak terbuka lagi, kalian bisa menggunakan double tape atau lem.
  • Potonglah gulungan kertas tadi sesuai dengan kebutuhan kotak, yang kalian miliki.

Kedua.
  • Lubangilah bagian atas pada kotak tisu untuk membuat celah. Ukurlah menggunakan penggaris supaya bagus bentuknya dengan panjang dan lebar sesuai yang ditentukan, potonglah bagian yang tidak digunakan menggunakan gunting.
  • Untuk yang menggunakan kotak sepatu, pasanglah double tape bada masing masing ujung tutup kotak sepatu, untuk menjaga supaya tetap tertutup. Bukalah double tape saat kotak sudah jadi.
  • Tempelkan gulungan kertas yang sudak dibuat tadi kebadan kotak, usahakan ukuran panjangnya pas. Ikatklah bagian pinggir gulungan kertas yang sudah tertata tersebut menggunakan lem. Usahakan pemasangan gulungan kertas rapi, supaya mendapatkan hasil yang maksimal.
  • Tutuplah semua bagian kotak sepatu menggunakan gulungan kertas, sehingga kotak sepatu tersebut tertutup dengan kertas. Rapikan dengan menempel lakban pada masing masing sisi kotak sepatu.
  • Dan selamat kotak sepatupun sudah jadi.
Untuk anda yang ingin memiliki kotak tisu dengan bahan terbaik serta harga yang terjangkau anda bisa memesan di kami di grosir kotak tisu, sampai ketemu di postingan lain trimakasih

Selasa, 16 Oktober 2018

Kampus Harus Desain Kurikulum Berorientasi Kewirausahaan

Kampus Harus Desain Kurikulum Berorientasi Kewirausahaan

  Forum Rektor Indonesia (FRI) menyatakan, kewirausahaan atau entrepreneurship masih menjadi komponen yang lemah dalam sistem pendidikan di Indonesia. Padahal sebuah negara memerlukan setidaknya 2 persen wirausahawan yang bisa membuka lapangan kerja.

Wakil Ketua Dewan Pertimbangan FRI Prof Asep Saifuddin mengatakan, untuk meningkatkan jumlah entrepreneur itu perguruan tinggi harus mempunyai kurikulum yang juga fokus menghasilkan entrepreneur muda.
"Perguruan tinggi harus bisa mendesain kurikulum yang berorientasi kewirausahaan," jelas Asep yang juga menjabat sebagai rektor Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) saat dihubungi Republika, Selasa (9/10).
Asep menyampaikan, untuk di UAI sendiri ada berbagai pendekatan yang dilakukan untuk mengasah bakat kewirausahaan mahasiswa. Umpamanya dengan menyelenggarakan mata kuliah tentang Kewirausahaan dan Kepemimpinan di level Universitas sebesar tiga SKS, level Fakultas 3 sampai 6 SKS dan di level Prodi 6 sampai dengan 8 SKS.
Selain itu, UAI juga mempunyai program KKN tematik yang mencakup kewirausahaan dan kemimpinan. Lalu melakukan studium generale setidaknya 4 kali per tahun yang wajib dihadiri mahasiswa serta menggalang pembentukan perusahaan rintisan berbasis teknologi.
"UAI juga melibatkan mahasiswa dalam melakukan pembinaan pengusaha kecil dan menengah di sekitar kampus atau kegiatan-kegiatan besar tingkat nasional dan internasional," kata Asep.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak lembaga pendidikan tinggi di Indonesia turut berperan mengembangkan sekaligus melahirkan para wirausaha yang mampu menciptakan lapangan kerja.
Jokowi menyampaikan Indonesia memerlukan lebih banyak wirausaha untuk dapat bersaing dengan negara lainnya. Ia menyebut bahwa saat ini, semangat kewirausahaan bangsa masih berada pada tahap yang rendah.
"Dalam Global Entrepreneurship Index tahun 2017, peringkat kewirausahaan kita masih di ranking 90 dari 137 negara. Di tingkat Asia Pasifik, peringkat kita ke-16 dari 24 negara. Jumlah inovasi dan paten kita juga masih rendah, yaitu peringkat 87 dari 137 negara. Artinya masih banyak pekerjaan besar yang harus kita selesaikan," kata Jokowi saat memberikan orasi ilmiah dalam rangka Dies Natalis ke-66 Universitas Sumatera Utara (USU) di Auditorium Kampus USU, kemarin.

Produk Budidaya

Budidaya Lele, Potensi Primadona Ekspor Indonesia Selanjutnya

Indonesia harus bisa memanfaatkan tren permintaan ikan konsumsi yang terus naik di pasar dunia sebagai peluang bisnis untuk sektor perikanan dan kelautan. Selain dari sektor perikanan tangkap, Indonesia harus memaksimalkan perikanan budidaya sebagai peluang tersebut. Terlebih, dari sektor tersebut, saat ini sedang digenjot produksi lele dengan prinsip berkelanjutan.
Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Slamet Soebjakto mengatakan, lembaga pangan dunia (FAO) mencatat produksi ikan global terus meningkat dari waktu ke waktu, bahkan pertumbuhan kebutuhan ikan global justru terus tumbuh hingga melebihi populasi penduduk di dunia.

Bagi Slamet, fakta di atas menjadi peluang emas bagi sektor perikanan budidaya nasional untuk mendorong peningkatan produksi lele secara nasional. Karena diprediksi kebutuhan ikan global pada masa mendatang tidak lagi bisa bergantung pada produksi perikanan tangkap.
“Diprediksi, nantinya akan sangat bergantung pada (perikanan) budidaya. Ini peluang bagi pelaku usaha lele untuk menyuplai kebutuhannya termasuk untuk kepentingan ekspor, yang saat ini mulai terbuka lebar, utamanya ke Uni Eropa dan Timur Tengah,” jelasnya pekan lalu di Jakarta.
Mengingat besarnya peluang tersebut, Slamet mendorong strategi pengembangan industri budidaya lele berkelanjutan. Tujuannya sudah jelas, yakni untuk menggenjot produksi lele secara nasional dan memenuhi kebutuhan konsumsi ikan lele dan juga untuk memasok permintaan lele dari mancanegara. Menurut dia, itu akan menjadi peluang ekspor yang sangat bagus bagi budidaya lele di Indonesia.
Agar produksi lele nasional bisa digenjot, Slamet menyebutkan tiga strategi utama yang harus dijalankan oleh para pembudidaya lele di Indonesia. Ketiga strategi tersebut, tak hanya bagus untuk peningkatan produksi lele, namun juga bisa mengembangkan industri lele dengan mengutamakan prinsip berkelanjutan.
Strategi pertama, adalah mengembangkan skala usaha budidaya menjadi sebuah industri yang berbasis teknologi berkelanjutan. Strategi tersebut, harus didorong secara holistik melalui pengembangan industri perbenihan, sistem produksi pembesaran, pengembangan input produksi lebih efisien, pakan mandiri, dan industri pengolahan ikan.
“Untuk mendorong industrialisasi berbasis teknologi berkelanjutan, saat ini sudah bisa dilakukan. Apalagi, inovasi teknologi budidaya juga telah berkembang sangat progresif,” jelasnya.

Produk Pengolahan

Jumlah Industri Pengolahan Hasil Hutan Ramah Lingkungan Meningkat

Bisnis.com, BEKASI – Forest Stewardship Council (FSC) Indonesia mencatat jumlah industri bersertifikasi ramah dalam pengolahan hasil hutan terus meningkat. Sertifikasi tersebut menunjukkan pertanggungjawaban industri serta agar hasil hutan dapat diterima di pasar mancanegara.
FSC sebagai lembaga non profit pengembang standardisasi pengolahan hasil hutan mencatat jumlah industri berstandar FSC terus meningkat tiap tahun. Sejak FSC Indonesia terbentuk pada 2013, jumlah industri berstandar hampir mencapai dua kali lipat sejak tahun pertamanya, baik industri dalam sertifikasi forest management (FM) maupun sertifikasi chain of custody (COC).
FSC mencatat, pada 2013 jumlah hutan yang dikelola industri berstandar FM sekitar 1,6 juta hektar. Jumlah tersebut terus meningkat hingga kini berjumlah 3,2 juta hektar. Sertifikasi FM sendiri menunjukkan bahwa industri tersebut melakukan proses pengambilan hasil hutan dan pengolahan yang minim dampaknya terhadap lingkungan.
Jumlah industri berstandar COC pada 2013 hanya 175, sementara kini jumlahnya telah mencapai 278. Sertifikasi COC disebut juga sertifikasi lacak balak menunjukkan hasil hutan diangkut ke pabrik dan diproduksi hingga selesai dengan dampak yang minim untuk lingkungan.
Meningkatnya tren sertifikasi tersebut dinilai Indra Setia Dewi, Marketing & Communication Manager FSC Indonesia, sebagai bentuk kesadaran industri akan citra yang baik di mata masyarakat. Industri bersertifikasi dapat menunjukkan pertanggungjawabannya dalam proses produksi yang menekan dampak pada lingkungan.
"Bisnis saat ini ingin mempunyai imej yang positif. Jadi harus benar-benar harus dibuktikan dengan menggunakan bahan baku yang berasal dari hutan yang berkelanjutan. Sehingga tren bisnisnya menuju ke sustainable," tutur Indra kepada Bisnis setelah kunjungan media ke pabrik Faber Castell di Bekasi pada Senin (15/10).
Indra pun menambahkan bahwa sertifikasi tersebut dapat menjadi peluang untuk produk hasil hutan diekspor ke mancanegara. Negara-negara di Eropa dan Asia, tutur Indra, menginginkan produk yang terstandar oleh lembaga standar kredibel.
Dalam catatan World Bank (2015) luas hutan Indonesia mencapai 91 juta hektar, dengan 63,4% hutan produksi. Jumlah tersebut dinilai FSC sebagai potensi besar untuk diolah dengan pengolahan yang berdampak sangat minim bagi lingkungan.

Produk Rekayasa

Kompor Rekayasa Jadikan IKM Tenggiri Juara Satu



BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Kebahagiaan diungkapkan Ratnasari Prihatini. Ketua Gugus Kendali Mutu (GKM) Tanahbumbu ini mengaku tak menyangka akan menyabet juara utama dalam ajang KonvensiGKM IKM Provinsi Kalsel Kamis kemarin (04/10/2018) di Banjarbaru.
"Sesuai dengan nama kami, GKM Tenggiri, TE artinya team work, NG artinya never give up, GI artinya global industries,RI artinya responsive dan innovatif, Alhamdulillah kami menang," jelasnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (05/10/2018).
Ratna mengaku bangga bisa mengharumkan nama Tanahbumbu dalam ajang provinsi. Dalam konvensi jelas Ratna timnya menfokuskan pada keunggulan alat kompor rekayasa yang telah terjadi perbaikan dari sisi keamanan operator, lebih ramah lingkungan, efisiensi waktu dan bahan bakar, serta yang paling utama adalah dapat mereduksi produk cacat amplang hasil penggorengan.

Kompor rekayasa ini terangnya hasil temuan seluruh anggota gugus, mereka melakukan inovasi dengan sistim pengadukan otomotis yang digerakkan oleh dinamo motor, sehingga mengurangi kelelahan operator saat menggoreng.
Kemudian bahan bakar yang awalnya digunakan adalah arang kayu diganti menjadi LPG. Penggunaan LPG selain ramah lingkungan, juga membuat pengapian kompor menjadi stabil dan lebih aman jika dibandingkan bahan bakar arang yang pengapiannya tidak stabil dan berbahaya.
"Percikan api yang terbang cukup membahayakan operator," ujarnya
Selain itu dengan stabilnya pengapian, membuat waktu proses penggorengan menjadi lebih cepat dan efisien dari sisi waktu dan bahan bakar.
"Sengaja kami buat inovasi ini demi memudahkan dalam produksi, dan Alhamdulillah atas prestasi ini, kami mengucapkan syukur kepada Allah SWT, dan tak lupa pula ucapan terima kasih kepada Bupati Tanah Bumbu, Kepala Disdagri Tanah Bumbu, ketua Riset Teknologi kompor rekayasa kami, H Rusli Habibi, fasilitator dan semua pihak yang telah membantu pengendalian mutu pada perusahaan kami," tambah salah satu anggota GKM Tenggiri yang membuat amplang dari Ikan Tenggiri, Selly Oktavia.
Sementara Kepala Dinas Perindustrian Provinsi Kalsel, H Mahyuni saat ditemui mengatakan konvensi GKM ini adalah salah satu ajang untuk menjadikan industri naik level, dari kecil menjadi menengah, hingga menjadi industri besar nantinya.
Konvensi Gugus Kendali Mutu sendiri merupakan ajang bagi pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) dalam rangka menjalin komunikasi antara stakeholder diantaranya aparat pembina di daerah, masyarakat dan pelaku IKM baik itu pengusaha maupun karyawan dalam pengendalian mutu produk


CARA MEMBUAT SEPATU ALA HOMEINDUSTRI

Cara Membuat Sepatu Bagi Pemula Sepatu merupakan alas kaki sekaligus salah satu barang fashion untuk seseorang, sepatu merupakan barang yang...